Selamat! Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Kembali Raih Predikat Mumtaz
5 mins read

Selamat! Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Kembali Raih Predikat Mumtaz



Piagam Mumtaz berdasarkan keputusan Ketua Majelis Masyaikh (sertifikat asesmen) Mahad Aly Hasyim Asy’ari (dok. istimewa)

Mumtaz Dua Kali: Ma’had Aly Tebuireng Tegaskan Dominasi Mutu Pendidikan Pesantren

Tebuireng.online— Berdasarkan keputusan Ketua Majelis Masyaikh nomer 33 tahun 2025, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng mendapat Predikat Mumtaz pada asesmen tahun 2025. Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Dr. KH. Achmad Roziqi, LC., M.H.I., menjelaskan capaian ini mengokohkan posisi pesantren sebagai lembaga yang mampu mengelola pendidikan tinggi secara serius di Indonesia.

Menurutnya, secara kuantitatif predikat ini menunjukkan nilai di atas 312 dari 104 butir instrumen. “Secara kualitatif, semakin banyaknya Ma’had Aly yang memperoleh nilai mumtaz berarti pendidikan di Ma’had Aly semakin bagus, tidak hanya secara materi pengajaran tapi juga administrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa prestasi tahun ini menjadi capaian kedua, setelah lima tahun lalu lembaga ini juga mendapat nilai mumtaz di bawah kepemimpinan Dr. Nur Hannan. “Sekarang kami meneruskan. Sebagai murid beliau, Alhamdulillah bisa mempertahankan dan meneruskan perjuangan Ma’had Aly meraih nilai mumtaz di tahun 2025,” tambahnya.

Baca Juga: Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Gelar Konferensi Internasional: Angkat Isu Eko-Sunnah, Kontribusi Hadis Menjawab Krisis Global dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Dalam penjelasannya, Kiai Roziqi menyebut ada tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan tersebut, yaitu tarbiyah, bahts, dan khidmah. Pada aspek tarbiyah, ia menyampaikan bahwa standar kompetensi lulusan, kurikulum, serta tenaga pendidik dan kependidikan sudah berjalan baik.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Dari lulusan yang ada, hampir semua memiliki peran dalam dunia keagamaan, entah jadi guru, pengasuh, penghulu, penyuluh. Ini menunjukkan kualitas lulusan seperti harapan, mereka mampu membaca kitab dan mengaktualkan turats di masyarakat,” jelasnya.

Dalam aspek bahts atau riset, Ma’had Aly memiliki jurnal terakreditasi Sinta 2 yang menurutnya merupakan pencapaian luar biasa. Ia menyebut para dosen dan mahasiswa aktif menulis, mengolah karya-karya Hadratussyaikh, hingga mengirimkannya ke jurnal nasional. Sementara dalam aspek khidmah, pengabdian masyarakat dijalankan melalui dua jalur, yakni pengabdian internal semester tujuh dan delapan, serta pengabdian eksternal seperti kegiatan Ramadan di Wonosalam, Blitar, dan menjadi qori’ di SMP Al-Furqon MQ.

Baca Juga: Lulusan Mahad Aly, Generasi yang Bertafaqquh fi Diin

“Alhamdulillah, tiga poin utama ini sudah berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Asesmen dilakukan oleh dua asesor, Prof. Dahlan dan Dr. Wildan, selama dua hari. Mereka mengevaluasi dokumen, mewawancarai alumni, menguji baca kitab mahasantri, dan meninjau sarana prasarana.

“Tantangan terberat adalah bagaimana kita menyajikan data yang lengkap. Walaupun pengarsipan sudah bagus, dalam asesmen kami diajari bahwa prosesnya tidak hanya tekstual tapi juga kontekstual,” kata Ustadz Roziqi. Ia juga mengapresiasi dukungan tim media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok yang sangat membantu penyajian data aktivitas lembaga.

Menurutnya, predikat mumtaz memberi dampak besar pada penguatan kurikulum. “Capaian ini membuat kita semakin percaya diri bahwa apa yang kita lakukan sudah sesuai harapan pemerintah, tapi tetap tidak menghilangkan jati diri kita sebagai Ma’had Aly di bawah Pesantren Tebuireng,” ujarnya.

Ia berharap kekhasan kajian hadis di Ma’had Aly dapat menjadi contoh baik, bahkan hingga tingkat internasional. Predikat mumtaz juga meningkatkan daya tawar lembaga dalam jejaring nasional dan global.

“Lembaga dengan nilai mumtaz pasti memiliki daya tawar tinggi, termasuk kemitraan beasiswa di luar Tebuireng,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa peluang kolaborasi internasional makin terbuka, terlihat dari kegiatan MUTUN yang menghadirkan seminar, Bahtsul Masail, hingga konferensi internasional dengan enam negara pengirim tulisan.

“Ini menunjukkan bahwa dunia luar sudah melihat Ma’had Aly Hasyim Asy’ari,” tegasnya.

Baca Juga: Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Lebih Sulit daripada Al-Azhar, Benarkah?

Untuk mempertahankan predikat mumtaz, Ma’had Aly didukung Dewan Masyaikh sebagai penjamin mutu internal. “Keberadaan mereka menjadi kontrol mutu bagi Ma’had Aly,” jelasnya.

Selain itu, tradisi workshop kurikulum akan terus dikembangkan. Di semester ini, beberapa program baru telah diterapkan, di antaranya ujian lisan kitab per semester serta pemeriksaan hafalan Al-Qur’an dan hadis secara berkala. “Kalau dulu hafalan dicek sebelum wisuda, sekarang kita kontrol setiap semester,” tutur Yai Roziqi.

Di akhir wawancara, Ustadz Roziqi menyampaikan pesan untuk seluruh mahasantri. “Manfaatkan sebaik-baiknya nilai mumtaz ini. Perkuat keilmuan kalian, semangat bahas dan hikmah kalian. Ma’had Aly kualitasnya bagus, begitu pula mahasantrinya. Jaga nama baik kemumtazan ini dengan meningkatkan kualitas diri masing-masing,” ujarnya.

Beliau berharap seluruh civitas akademika semakin tulus dan fokus dalam berkhidmat. “Ayo kita pantaskan diri untuk disebut mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. Semua kita niatkan untuk khidmah, ilmu, dan para masyaikh Tebuireng yang sangat kita cintai,” pungkasnya.



Editor: Rara Zarary
Pewarta: Albii




News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *