Belajar Ikhlas di Balik Tugas Sederhana
3 mins read

Belajar Ikhlas di Balik Tugas Sederhana


Saat para pembina berlatih melalui game dengan berkelompok.

Dalam kehidupan dunia pesantren, pembina kamar adalah sosok yang memegang peranan penting dalam menjaga ketertiban, kebersihan, dan keharmonisan antar santri. Nah tugas ini pun sering kali terlihat sangat sederhana, sebab tugasnya hanya sekedar memastikan kamar rapi, santri disiplin, dan aturan dijalankan. Namun, sejatinya menyimpan tanggung jawab moral dan spiritual yang besar.

Menjadi pembina kamar juga berarti belajar memimpin tanpa harus berkuasa. Sebab ia dituntut untuk menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan kesabaran yang dalam. Dan di tengah beragam karakter santri yang dipegang, seorang Pembina harus mampu menahan emosi, amarah, meredam ego, dan menumbuhkan rasa kasih dan sayang kepada sesame tanpa sedikitpun pilih kasih. Dan inilah, hal yang akan menjadikan posisi Pembina kamar bukan sekedar tentang jabatan saja, melainkan ladaang latihan jiwa yang mendewasakan diri dan membiasakan diri akan terjun ke masyarakat nantinya.

Baca Juga: Workshop “Care With Character” Tebuireng Ajak Pembina Wujudkan Pesantren Ramah Santri

Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللهَ تعالى لَا يَنظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ إِنَّمَا يَنظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi dia melihat hati dan amal kalian.” (HR.Muslim)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Hadis ini mengingatkan bahwa niat dan keikhlasan adalah kunci dan intri dari setiap amal perbutan yang dilakukan. Dalam konteks Pembina kamar, keikhlasan adalah kunci utama. Memang tidak mudah untuk tetap tulus ketika merasa tidak dihargai, atau ketika usaha yang dilakukan seolah tak pernah dilihat dan diperdulikan. Namun, justru disitulah nilai ibadahnya. Sebab allah akan menilai tentang kesabaran yang tersembunyi, bukan pujian yang terdengar menanjung hati membuat melayang tinggi.

Ikhlas bukan berarti tak pernah lelah, tetapi tetap bertahan meski sangat lelah. Dan legowo bukan berarti tidak pernah kecewa, tapi mampu memafkan bahkan sebelum dimintai maaf. Sabar pun bukan berarti diam tanpa tindakan, tetapi mampu menegur dengan cara yang lembut dan bijak. Nah ketiga sikap inilah, ikhlas, legowo dan sabar merupakan fondasi inti yang meneguhkan dan mengokohkan langkah seorang Pembina kamar.

Baca Juga: Seni Menjalani Amanah sebagai Pembina Pesantren

Terkadang, Pembina kamar diuji bukan oleh hal besar memang, melainkan hal-hal kecil yang berulang-ulang dilakukan, seperti: santri yang bolos, kamar yang berantakan, atau santri yang tak peka dan bodo amat dengan setiap aturan. Namun, di balik setiap ujian kecil itu, allah sedang menumbuhkan sesuatu dalam diri kalian: keteguhan, empati, dan kebijaksanaan.

Sebab menjadi Pembina kamar berarti siap untuk tidak selalu dimengerti. Ada keputusan yang dianggap keras, ada nasihat yang disalahpahami. Tapi ketika niatnya niat lillah karena allah, maka semua hal itu tidak akan ada yang sia-sia. Sebab, setiap amarah yang berhasil ditahan, setiap teguran yang disampaikan dengan cinta, semuanya akan bernilai ibadah kalau kita sabar, dan ikhlas.

Dalam dunia yang serba ingin diakui, menjadi Pembina kamar mengajarkan arti berbuat dalam diam. Tak perlu banyak sorotan untuk diakui menjadi yang paling manfaat. Justru ketulusan yang tersembunyi dalam balutan diam itulah yang paling bernilai di sisi Allah.

Baca Juga: Dilema Pembina Pesantren

Akhirnya, menjadi pembina kamar bukan hanya tentang mengatur kamar dan menegakkan kedisiplinan, serta ketertiban, tetapi juga tentang mendidik diri sendiri untuk menjadi lebih sabar, lembut, dan berlapang dada. Amanah ini adalah sekolah kehidupan yang akan melatih keikhlasan dalam bentuk paling nyata nantinya.

Maka ketika lelah datang, ingatlah bahwa allah tidak pernah menutup mata dari perjuangan kecilmu itu. Sebab setiap langkah yang diambil dengan niat baik akan berubah kebaikan. Teruslah jdi Pembina yang lembut tapi tegas, sabar tapi tegar, sederhana tapi berpengaruh.



Penulis: Wan Nurlaila Putri
Editor: Rara Zarary





apasportacademy

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *