Syarah Hadis Fadilah Bulan Ramadan – KonsultasiSyariah.com
5 mins read

Syarah Hadis Fadilah Bulan Ramadan – KonsultasiSyariah.com


Hadis Pertama:

إذا استَهَلَّ رمضانُ، غُلِّقَتْ أبوابُ النَّارِ، وفُتِّحَتْ أبوابُ الجنَّةِ، وصُفِّدَتِ الشياطينُ.

“Apabila telah masuk bulan Ramadan, Pintu-pintu Neraka ditutup, Pintu-pintu Surga dibuka, dan setan-setan dibelenggu.”

Ringkasan Hukum menurut Muḥaddits: Sahih | Muḥaddits: Syu‘aib Al-Arna’ūṭ | Sumber: Takhrīj Al-Musnad karya Syu‘aib Al-Arna’ūṭ | Halaman atau nomor: 8914 |  Takhrīj: Diriwayatkan oleh Al-Bukhārī (1899) dengan redaksi yang semakna dan oleh Muslim (1079) dengan sedikit perbedaan.

Hadis Kedua:

إذا كانَت أوَّلُ ليلةٍ من رمَضانَ صُفِّدتِ الشَّياطينُ ومَردةُ الجِنِّ وغلِّقت أبَوابُ النَّارِ فلم يُفتَحْ منها بابٌ وفُتِحت أبوابُ الجنَّةِ فلم يُغلَقْ منها بابٌ ونادى منادٍ يا باغيَ الخيرِ أقبِلْ ويا باغيَ الشَّرِّ أقصِر وللَّهِ عتقاءُ منَ النَّارِ وذلِك في كلِّ ليلةٍ

“Apabila sudah malam pertama bulan Ramadan, setan-setan dan para jin jahat dibelenggu, Pintu-pintu Neraka ditutup sehingga tidak satu pun dari pintunya dibuka, Pintu-pintu Surga dibuka sehingga tidak satu pun pintunya ditutup. Lalu ada penyeru yang berseru, ‘Wahai pencari kebaikan, bersungguh-sungguhlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah!’ Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari api neraka, dan hal itu terjadi setiap malam.”

Perawi: Abū Hurairah  | Muḥaddits: al-Albānī | Sumber: Ṣaḥīḥ Ibn Mājah   | Halaman atau nomor: 1339 | Ringkasan Hukum menurut Muḥaddits: Sahih. | Takhrīj: Diriwayatkan oleh At-Tirmiżī (682) dan Ibnu Mājah (1642), dan ini redaksi beliau.

Penjelasan Hadis

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan kepada hamba-hamba-Nya musim-musim kebaikan, yang di dalam musim itu mereka memperoleh pahala yang banyak dari sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sebab amal-amal saleh yang sedikit. Termasuk nikmat-Nya Subḥānahu wa Ta‘ālā pula bahwa Allah menundukkan bagi mereka berbagai sebab yang membantu mereka untuk menunaikannya dengan cara yang paling sempurna. 

Dalam hadis ini, Abū Hurairah Radhiyallāhu ‘anhu mengabarkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Apabila sudah malam pertama bulan Ramadan,” yakni bahwa bersamaan dengan dimulainya bulan Ramadan, muncul tanda-tanda masuknya bulan tersebut dan berbagai anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya. 

Tanda dan anugerah yang pertama adalah sebagaimana yang disebutkan dalam sabda beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam, “Setan-setan dibelenggu,” yakni dipasangkan pada mereka belenggu dan rantai, “dan para jin jahat”, maka dipasangkan belenggu dan rantai juga pada para jin jahat. Mereka adalah para pentolan setan yang sepenuhnya mengabdikan diri pada keburukan, atau para jin yang sangat durhaka dan jahat. 

Hikmah dari pembelengguan mereka adalah agar mereka tidak melakukan bisikan-bisikan kepada orang-orang yang berpuasa dan tidak merusak puasa mereka. Ada pula yang berpendapat bahwa maksudnya adalah banyaknya pahala, ganjaran, dan ampunan, dengan berkurangnya upaya penyesatan para jin jahat terhadap kaum Muslimin, sehingga setan-setan itu seakan-akan terbelenggu tidak bisa menyesatkan dan membisikkan kejahatan.  

Ada pula yang mengatakan bahwa setan-setan itu hanya dibelenggu dari orang-orang yang mengetahui hak-hak puasa, mengagungkannya, menunaikannya dengan sebaik-baiknya, memenuhi syarat-syarat, akhlak-akhlak, dan adab-adabnya. 

Adapun orang yang hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi tidak mengetahui hak-hak puasa dan tidak menunaikan adab-adabnya secara sempurna, maka ia tidak termasuk orang terkena dampak dibelenggunya setan, sehingga pembelengguan itu berlaku pada sebagian perkara dan tidak pada sebagian yang lain, serta pada sebagian manusia dan tidak pada sebagian yang lain. 

Mungkin juga maksudnya adalah bahwa setan-setan tidak bisa bebas menjerumuskan kaum Muslimin pada bulan Ramadan sebagaimana mereka bisa bebas melakukannya di luar bulan Ramadan, karena kaum Muslimin sibuk dengan puasa, membaca Al-Qur’an dan berzikir, yang menjadi kekang bagi syahwat mereka.

Anugerah yang kedua adalah: “Pintu-pintu Neraka ditutup, sehingga tidak ada satu pintu pun darinya yang dibuka, dan Pintu-pintu Surga dibuka, sehingga tidak ada satu pintu pun darinya yang ditutup.”

Ini merupakan penegasan terhadap keterangan sebelumnya, bahwa penutupan Pintu-pintu Neraka adalah penguatan penutupan seluruh jalan keburukan, dan pembukaan Pintu-pintu Surga adalah penambahan pembukaan terhadap semua jalan kebaikan. 

Ada pula yang berpendapat bahwa pembukaan dan penutupan yang disebutkan tersebut terjadi secara hakiki, sebagai bentuk pemuliaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya pada bulan ini.

Anugerah yang ketiga adalah “Dan ada penyeru,” yakni di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala “yang berseru: Wahai pencari kebaikan, sungguh-sungguhlah!” Maksudnya bahwa bulan ini memotivasi amal-amal kebaikan, khususnya bagi orang-orang yang memang condong kepadanya, karena di bulan ini ada sebab-sebab yang mendukung hal itu. Maka bersungguh-sungguhlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kepada ketaatan kepada-Nya. (Dia berseru: Dan wahai pencari keburukan, berhentilah!) Maksudnya: Tahanlah dan cegahlah! Karena ini adalah waktu di mana hati melembut untuk bertobat. 

Anugerah yang keempat, “Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka,” yakni Allah Subhanahu Wa Ta’ala punya banyak hamba yang dibebaskan dari Neraka. Maka hendaklah setiap orang yang cerdas bersemangat untuk berusaha agar termasuk ke dalam golongan mereka. 

“Dan itu pada setiap malam,” yakni di antara tambahan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia membebaskan dari Neraka hamba-hamba-Nya pada setiap malam dari malam-malam Ramadan. Hal ini adalah bentuk dorongan agar bersungguh-sungguh beramal pada bulan yang mulia ini, agar seorang hamba termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dibebaskan tersebut, dianugerahi keselamatan dari api neraka, dan memperoleh kemenangan berupa Surga.

Kandungan Hadis

وفي الحديثِ: الحثُّ على اغتِنامِ أوقاتِ الفَضلِ والخيرِ بعَملِ الطَّاعاتِ والبُعْدِ عَن المنكَراتِ.

وفيه: إثباتُ الجنَّةِ والنَّارِ، وأنَّهما الآنَ موجودَتانِ، وأنَّ لهما أبوابًا تُفتَحُ، وتُغلَقُ.

وفيه: بيانُ عظَمةِ لُطفِ اللهِ تعالى، وكَثرةِ كرَمِه وإحسانِه على عبادِه، حيث يَحفَظُ لهم صِيامَهم، ويَدفَعُ عنهم أذَى المرَدَةِ مِن الشَّياطينِ.

Dalam hadis ini:

  • Anjuran untuk memanfaatkan waktu-waktu fadilah dan kebaikan untuk melakukan ketaatan serta menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan mungkar.
  • Penetapan adanya Surga dan Neraka, bahwa keduanya saat ini sudah ada, dan bahwa keduanya memiliki pintu-pintu yang bisa dibuka dan ditutup.
  • Penjelasan tentang agungnya kelembutan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, banyaknya kemurahan dan kedermawanan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, di mana Dia menjaga puasa mereka dan melindungi mereka dari gangguan para setan-setan jahat.

Sumber:

Sumber artikel PDF

🔍 Jilat Kemaluan Wanita Menurut Islam, Istri Al Mahdi, Shalat Istighfar, Kumpulan Doa Dalam Alquran Dan Sunnah, Beli Burung

Visited 52 times, 1 visit(s) today

Post Views: 9

QRIS donasi Yufid


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *