Kunci Manajemen Pesantren ala Kiai Junaidi: Pahami Lapangan dan Perkuat Keikhlasan
Tebuireng.online- Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah Kwaron sekaligus alumni senior Pesantren Tebuireng, KH A. Junaidi Hidayat, S.H., S.Ag., membekali calon pembina santri dengan strategi manajemen organisasi. Dalam Diklat Calon Pembina Santri di Balai Diklat Trensains, Jombok, Ngoro, Minggu (08/02/2026), beliau membedah urgensi kepemimpinan efektif di lingkungan pesantren.
Kiai Junaidi menegaskan bahwa manajemen pada hakikatnya adalah seni menggerakkan orang dan sumber daya agar organisasi berjalan efektif menuju tujuan bersama. Bagi pembina santri, kemampuan ini adalah modal utama dalam mengelola dinamika kehidupan di kamar asrama.
Dalam paparannya, Kiai Junaidi membagikan pengalaman inspiratif saat dirinya dipercaya menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng di usia yang sangat muda, yakni 23 tahun. Di bawah kepemimpinannya kala itu, program Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) mulai didirikan dan berkembang menjadi lembaga unggulan.
“Pemimpin yang hebat adalah ia yang mampu memahami keadaan di lapangan, sehingga dapat menentukan langkah-langkah strategis dalam mengarahkan organisasi ke depan,” ungkap Kiai Junaidi di hadapan para peserta.
Beliau menekankan bahwa peran pembina di kamar bukan sekadar menjaga santri, melainkan bentuk latihan kepemimpinan riil sebelum nantinya terjun dan mengabdi di tengah masyarakat luas.

Kiai Junaidi mengingatkan bahwa Pesantren Tebuireng memiliki daya spiritual dan keberkahan yang besar dari sang pendiri, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Oleh karena itu, amanah menjadi pembina di Tebuireng merupakan anugerah yang harus dijalani dengan totalitas dan keikhlasan.
“Ketika engkau diberi tugas oleh Tebuireng, lakukan yang terbaik. Maka momentum kebaikan berikutnya akan menunggu dan menghampirimu. Tetapi ingat, lakukan semuanya dengan penuh keikhlasan,” tegas Kiai yang sukses mengembangkan Pesantren Al-Aqobah hingga memiliki delapan cabang ini.
Sesi materi berlangsung dinamis dengan banyaknya pertanyaan dari peserta yang antusias menggali ilmu manajemen praktis. Mengakhiri pemaparannya, Kiai Junaidi berpesan agar para kader fokus pada pengembangan kualitas diri agar selaras dengan nama besar institusi.
“Nama dan barokah Tebuireng itu sudah besar. Tinggal bagaimana kalian membentuk diri menjadi pribadi yang baik, maka keberkahan itu akan senantiasa menyertai langkah kalian,” pungkasnya.
Melalui pembekalan ini, para calon pembina diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai manajerial, tanggung jawab, dan spiritualitas dalam setiap jengkal tugas pengabdian mereka di pesantren.
Baca Juga: Nyai Farida Salahuddin Wahid: Pembina Tebuireng Harus Jadi Teladan Kebersihan bagi Santri
Pewarta: Fatih
Editor: Sutan
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch